Saturday, March 23, 2013

9

Hari ke 9..
Dan aku menutupnya tepat di tempat ini..
Dengan tanpa kesengajaan.. Semua berlangsung begitu saja tanpa direncanakan..
Entah mengapa kaki ini mengajakku menapakkan kaki ke tempat ini..
Hal ini bermula dari cerita seorang sahabatku..tanpa perlu kusebut namanya..
Ayahnya sakit, serangan jantung kamis kemarin, dan ia memutuskan untuk pulang ke tanah kelahirannya di Jogja pada hari yang sama..
Jumat pagi, ketika dirinya sudah sampai di Jogja, pesan singkat saling kami kirimkan..hingga akhirnya aku memutuskan untuk mencari tiket ke Jogja..
Kurang dari sejam, tiket sudah dibeli, entah kenapa aku seperti tertarik untuk menyusulnya..
Jumat sore, sepulang dari kantor, dengan beberapa pakaian seadanya yang ku ambil di tempat kos, aku segera pergi ke stasiun senen..memulai perjalanan pertamaku naik kereta tanpa seorang teman.. Nekat memang, tapi semua dimudahkan, tanpa ada halangan yang berarti. Jalanan jumat sore itu pun tanpa macet yang berarti, antrian di loket penukaran tiketpun tak cukup berarti.. 8.20 perjalanan pun dimulai..
Sabtu pagi sekitar jam 6 aku tiba di stasiun tugu, dan perutku pun mulai memberontak minta diisi dan dikeluarkan.. Sejam lebih aku di stasiun tugu, melepaskan sehelai lelahku dalam cangkir teh manis yang kental..
Sekitar jam 8 aku tiba di RS Panti Rapih, menemani sahabatku yang papanya masih di ruang ICCU..
Pukul 2 lewat 15 menit aku beranjak dari rumah sakit, melanjutkan perjalananku menuju Gereja Ganjuran di Bantul..berbekal sedikit pengetahuan bahwa perjalananku tak akan mudah begitu saja, dimulai dari bis jalur 2 dari RS Panti Rapih sampai di Pojok Beteng Wetan, dr sana dilanjutkan dengan becak ke Pojok Beteng Ngulon dan kemudian naik bis lagi menuju arah Bantul, Ganjuran.. Sampai di pertigaan arah Ganjuran, perjalanan dilanjutkan dengan naik ojek..
Kelihatannya tidak mudah bukan, tapi perjalanan ini seperti dimudahkan, dengan pak supir yang ramah, dengan para "timer" bis yang juga ramah..
Pukul 4.15, aku sampai di gereja Ganjuran, dan pukul 5, misa minggu palma dimulai..
Selang setengah jam, hp ku bergetar beberapa kali, dan mengusik raga ini untuk melihatnya..
Salah satu pesan singkat yang masuk : "papa dah ga ada"..
Maafkan aku sahabat, saat itu aku tak berada di sampingmu..
Aku ingin kembali ke tempatmu, menemani kekosongan dan kesedihanmu, tapi sekali lagi, maaf..niat itu tak dapat kupenuhi, bis kembali ke Jogja yang terakhir telah terlewati, tak ada lagi bis setelah pukul 5 sore..
Aku tahu rasa itu.. Kehilangan orang yang tercinta, bagaikan kehilangan separuh nyawamu.. Tapi itu yang terbaik untuk papa.. Beliau telah menemukan tempat terbaiknya bersama sang Khalik.. Relakan beliau pergi sahabat.. Walau sakit itu tak jua terelakan..
Bila hari ini aku berada di sini, semua ini bukanlah kebetulan.. Semua punya makna yang (mungkin) belum kita sadari..
Dan bila malam ini aku menghabiskan malam ini, hari ke 9 novenaku di tempat ini, ini pun bukanlah kebetulan semata..
Ada seribu baris doa yang dihaturkan kepada Allah melalui doa-doa umat yang hadir disini bagi orang-orang yang kita sayangi..
Tadi ada seorang laki-laki tua yang tepat jam 10 malam tadi memimpin sebuah doa..
Dan lagi-lagi., hal ini bukan kebetulan semata..aku hadir tepat diantara mereka pada jam yang sama. Doa-doa yang didaraskanpun begitu luas.. Nama-nama orang yang kita sayangi, satu demi satu tersebut, untuk ujudnya masing-masing..
Lepaskan semua..
Aku melepaskan semua kelekatanku, harapanku, ketakutanku, kegelisahanku, kesedihanku..
Aku melepaskan semuanya kehadirat Yang Kuasa..
Amin..

*duapuluhtigamaret*
Ps: I also got ur phone call today evening..
Ps: ngantuk tapi harus terjaga sampai pagi..hoammnn..





No comments:

Post a Comment